Pendidikan

Menko PMK : Pemda Harus Berani Terapkan Metode Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Menko PMK : Pemda Harus Berani Terapkan Metode Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

admin | Selasa, 11 Agustus 2020 - 09:00:36 WIB | dibaca: 132 pembaca

Jatim Newsroom - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Muhadjir Effendy, berharap pemerintah daerah berani menerapkan metode pendidikan yang tepat di tengah pandemi Covid-19.

 

 

 

"Kita sudah lima bulan menghadapi pandemi Covid-19, kita harusnya sudah bisa beradaptasi, termasuk dunia pendidikan harus bisa menyesuaikan," ungkapnya pada Seminar Nasional Webinar tema "Aktualisasi Pendidikan Non Formal dan Informal di Era Pandemi Covid19" yang digelar Universitas Negeri Malang, Sabtu (8/8/2020).

 

 

 

Dicontohkan Muhadjir, salah satu yang bisa dilakukan daerah yang masuk zona hijau adalah membuat kelompok belajar dengan jumlah siswa terbatas di beberapa titik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti memai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan.

 

 

 

"Semua tergantung masing-masing kepala daerah, pemerintah pusat tetap akan mendukung semua metode yang akan diterapkan daerah," imbuhnya.

 

 

 

Saat ini pemerintah pusat sedang mewujudkan visi dan misi presiden 2020-2024. Visi itu adalah terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong royong.

 

 

 

Sedangkan misinya, peningkatan kualitas manusia Indonesia, struktur ekonomi yang produktif, mandiri dan berdaya saibg, pembangunan yang merata dan berkeadilan, mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan, kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa, penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya, perlindungan bagi segenap bangsa, dan memberikan rasa aman bagi seluruh warga, pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya, serta sinergi pemerintah daerah dalam kerangka negara kesatuan.

 

 

 

"Kematian balita di Indonesia dari 1000 kelahiran ada 24 kematian, asupan gizi masih rendah. Kasus TBC di Indonesia sebanyak 850 ribu masih tinggi dari covid-19, itu juga jadi perhatian pemerintah," jelasnya.

 

 

 

Lebih lanjut dikatakannya, tingkat SD adalah dasar anak dalam mendapat penanaman nilai, prilaku, sopan santun, saling menghargai, kejujuran, bertanggungjawab. "Pendidikan di luar sekolah juga sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak," imbuhnya.

 

 

 

Usia produktif di Indonesia saat ini mencapai 131 juta (7 juta belum bekerja termasuk yang masih menempuh pendidikan red ) dan yang sangat penting pada usia produktif adalah pendidikan pra nikah. Pemerintah mempunyai tanggungjawab pada mereka yang ingin menikah. Jika calon pasangan rumah tangga ini tidak mempunyai keahlian maka akan diberi pelatihan kerja, dan jika mereka ingin membuka usaha, maka bisa dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

 

 

 

Agar angka pengangguran bisa berkurang, maka menurut Muhadjir perlu ada investasi dari luar, saat ini Indonesia sedang mencoba menarik investor agar mau menanamkan modal dan membuka usaha di Indonesia sehingga bisa membuka lapangan kerja baru. "Kita saat ini membutuhkan lapangan kerja baru untuk menyerap tenaga kerja," ucapnya.(hjr/s)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)